Cisauk Point, Solusi Hunian Terjangkau dengan Kemudahan Akses Transportasi

Cisauk Point, Solusi Hunian Terjangkau dengan Kemudahan Akses Transportasi

Keberadaan pengguna commuter line atau KRL yang semakin meningkat saat ini masih menjadi peluang emas bagi para pengembang properti untuk terus mengembangkan hunian yang terkoneksi dengan multimoda transportasi.

Menurut data Kereta Commuter Indonesia hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai lebih dari 1 juta pengguna pada hari kerja. Prospek bisnis inilah yang mendasari PT Adhi Commuter Properti bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam meluncurkan hunian modern yaitu ‘Cisauk Point’ dengan tagline yang dibawa yaitu A Step to Balance.

Menandakan bukti komitmennya tersebut, PT Adhi Commuter Properti menggelar kegiatan ground breaking, yang dihadiri oleh Indra Syahruzza Nasution, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, Hironimus Hilapok, Komisaris Independen PT Adhi Karya (Perseo) Tbk. serta Suharjono, Corporate Deputy Director of Assets Development PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan bertempat di Marketing Gallery ‘Cisauk Point’, Cisauk-Tangerang.

“Ground breaking tower dua ini menjadi penanda keseriusan kami untuk mengembangkan hunian terjangkau namun berkualitas, di kawasan eksklusif dengan kemudahan sistem transportasi dari dan menuju Kawasan. Proyek ini sendiri rencananya akan rampung di tahun 2025, dengan progress tower I (SAPPHIRE) sudah 100% pondasi.” ungakp Direktur Utama PT Adhi Commuter PropertiIndra, Indra Syahruzza, Kamis (26/9).

Indra menambahkan, Cisauk Point didukung oleh kemudahan akses transportasi menuju pusat kota Jakarta karena lokasinya yang berada di stasiun Commuter Line Cisauk, juga selangkah dari BSD City yang memiliki segala kelengkapan fasilitas. Sehingga menjadikan kawasan ini terjamin nilai investasinya dan bisa menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek.

“Hal tersebut terlihat dari antusias customer, sampai dengan saat ini penjualan tower I (SAPPHIRE) sudah mencapai 80% dan hanya menyisakan beberapa stock unit saja. Karena itu untuk menjawab animo konsumen yang tinggi kami akan mempercepat pembangunan dan segera membuka penjualan untuk tower II (EMERALD),” kata Indra.

Pada kesempatan yang sama Suharjono mengatakan “Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan PT Adhi Commuter Properti ini, kawasan Cisauk Point ini telah terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Cisauk dan pasar intermoda BSD, kemudahan akses menuju sarana dan prasarana transportasi umum memang menjadi keunggulan dari Cisauk Point. Kehadiran ‘Cisauk Point’ ini kami harapkan dapat memenuhi permintaan masyarakat akan hunian berkualitas namun terjangkau yang memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup penghuninya.”

Cisauk Point merupakan produk kolaborasi antara PT Adhi Commuter Properti yang merupakan subsidiary dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dibangun di tanah seluas 16.500 m2, Cisauk Point terbagi atas hunian apartemen dan komersial area. Untuk hunian apartemen, ada 6 tower, dengan total jumlah unitnya diseluruh tower tersebut mencapai hampir 3000 unit.

Cisauk Point Menara Emerald Mulai Dibangun

Cisauk Point Menara Emerald Mulai Dibangun

Tingginya minat konsumen untuk memiliki apartemen yang terkoneksi dengan moda transportasi masal seperti kereta api, membuat PT Adhi Commuter Properti bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai melakukan pembangunan alias groundbreaking Cisauk Point menara kedua Emerald. Groundbreaking ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza Nasution, Komisaris Independen PT Adhi Karya (Perseo) Tbk Hironimus Hilapok, serta Corporate Deputy Director of Assets Development PT Kereta Api Indonesia (Persero) Suharjono.

Groundbreaking bertempat di Marketing Gallery ‘Cisauk Point’, Cisauk, Tangerang. Indra Syahruzza mengatakan, langkah PT Adhi Commuter Properti untuk mengembangkan proyek ‘Cisauk Point’ merupakan bagian untuk menjaga kredibilitas perusahaan sebagai pengembang yang terpercaya dengan tetap mengutamakan kualitas di semua aspek pengerjaan. “Groundbreaking menara dua ini menjadi penanda keseriusan kami untuk mengembangkan hunian terjangkau namun berkualitas, di kawasan eksklusif dengan kemudahan sistem transportasi dari dan menuju Kawasan.

Proyek ini sendiri rencananya akan rampung di tahun 2025, dengan progress tower I (SAPPHIRE) sudah 100% pondasi.” Kata Indra, dalam siaran pers, Senin (14/10). Seperti diketahui, keberadaan pengguna commuter line atau KRL yang semakin meningkat saat ini masih menjadi peluang emas bagi para pengembang properti dalam terus mengembangkan hunian yang terkoneksi dengan multimoda transportasi. Bahkan, menurut data Kereta Commuter Indonesia, hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai lebih dari 1 juta pengguna pada hari kerja. Luncurkan Menara Kedua Indra Syahruzza menambahkan, Cisauk Point didukung oleh kemudahan akses transportasi menuju pusat kota Jakarta karena lokasinya yang berada di stasiun commuter line Cisauk, juga selangkah dari BSD City yang memiliki segala kelengkapan fasilitas.

Hal tersebut menjadikan kawasan ini terjamin nilai investasinya dan bisa menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek. “Hal tersebut terlihat dari antusias customer, sampai dengan saat ini penjualan tower I (Sapphire) sudah mencapai 80% dan hanya menyisakan beberapa stock unit saja. Karena itu untuk menjawab animo konsumen yang tinggi kami akan mempercepat pembangunan dan segera membuka penjualan untuk menara II (Emerald),” jelas Indra. Pada kesempatan yang sama, Suharjono mengatakan, pihaknya optimis kerja sama dengan PT Adhi Commuter Properti ini.

Kawasan Cisauk Point ini telah terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Cisauk dan pasar intermoda BSD, sehingga akan kembali mendapat sambutan positif. Hal ini dilihat dari kemudahan akses menuju sarana dan prasarana transportasi umum yang memang menjadi keunggulan dari Cisauk Point. “Kehadiran ‘Cisauk Point’ ini kami harapkan dapat memenuhi permintaan masyarakat akan hunian berkualitas namun terjangkau yang memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup penghuninya,” katanya. Sebagai informasi lebih lanjut, ‘Cisauk Point’ merupakan produk kolaborasi antara PT Adhi Commuter Properti yang merupakan afiliasi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dibangun di tanah seluas 16.500 meter persegi, Cisauk Point terbagi atas hunian apartemen dan komersial area.

Untuk hunian apartemen, ada 6 menara dengan total jumlah unitnya mencapai hampir 3.000 unit. Cisauk Point didukung dengan lokasi yang sangat strategis dengan berbagai fasilitas bertaraf International seperti AEON Mall, Indonesia Convention Center (ICE), Eka Hospital, Universitas Atmajaya hingga Digital Hub terletak di BSD City yang mudah dijangkau. Lokasi premium dan kemudahan moda transportasi dengan 0 KM dari stasiun, menjadikan Cisauk Point sebagai pilihan investasi properti yang cerdas bagi masyarakat modern Ibu kota. Konsep Work Life Balance yang ditawarkan Cisauk Point merupakan hunian masa depan yang menyeimbangkan hidup penghuninya, 8 jam bekerja, 8 jam beristirahat dan 8 jam berekreasi dapat terpenuhi di Cisauk Point. Sebagai nadi konsep Transit Oriented Development (TOD) dalam menciptakan ruang kota yang lebih hidup, pembangunan yang dijalankan berorientasi pada pejalan kaki, pesepeda dan pengguna transportasi publik.

Nempel dengan Stasiun, Cisauk Point Kian Diminati Pencari Hunian

Nempel dengan Stasiun, Cisauk Point Kian Diminati Pencari Hunian

Kawasan Cisauk mungkin masih belum banyak terdengar. Namun, nyatanya kawasan ini menyimpan potensi dalam hal investasi. Untuk memaksimalkan potensi tersebut maka PT Adhi Commuter  Properti yang merupakan anak perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membangun kawasan hunian Member of LRT City yang dinamakan Cisauk Point.

“Cisauk Point merupakan kawasan yang terjamin nilai investasinya. Terletak selangkah dari BSD City di Barat Jakarta. BSD City dengan kelangkapan fasilitas dan kemudahan akses, menjadikan daerah ini menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek”, ujar Amrozi Hamidi, Direktur Utama dari PT Adhi Commuter Properti.

Teguh Waskita, Project Director dari Cisauk Point menambahkan “Kawasan ini juga telah terintegrasi langsung dengan Stasiun KRL Cisauk dan pasar intermoda BSD. Kemudahan akses menuju sarana dan prasarana transportasi umum memang menjadi keunggulan dari Cisauk Point”.

Hal tersebut juga selaras dengan tagline yang dibawa yaitu A Step to Balance. Tagline ini bagian dari konsep work life balance Cisauk Point. Konsep tersebut memiliki makna bagaimana Cisauk Point menawarkan hunian masa depan yang menyeimbangkan hidup penghuninya. 8 jam bekerja, 8 jam beristirahat, dan 8 jam berekreasi dapat terpenuhi di Cisauk Point.

“Cisauk Point memberikan jawaban bagi mereka yang menginginkan hunian terjangkau namun berkualitas, di kawasan eksklusif dengan kemudahan sistem transportasi dari dan menuju kawasan untuk mencapai keseimbangan hidup”. ucap Teguh Waskita

Berbagai fasilitas bertaraf internasional seperti Aeon Mall, Indonesia Convention Centre (ICE), Eka Hospital, Universitas Atmajaya, hingga Digital Hub. Lokasi premium dan kemudahan moda transportasi dengan 0 KM from the station menjamin nilai investasi di Cisauk Point.

Berdiri di tanah seluas 16.500 m2 , Cisauk Point terbagi atas hunian apartemen dan komersial area. Untuk hunian apartemen, ada 6 tower terbagi dari 4 tower Anami dan 2 tower Rusunami. Untuk total jumlah unitnya diseluruh tower tersebut mencapai hampir 3000 unit.

Proyek yang akan mulai pembangunan di Agustus 2019 ini, Sabtu lalu telah melakukan acara pemilihan unit di di The Grantage Hotel BSD dan langsung hanya tersisa beberapa unit saja di hari itu. Sehingga apabila ingin mendapatkan banyak pilihan unit, maka masyarakat harus menunggu kembali pembukaan Tower 2 di bulan depan. Namun sebelum dibuka, tetap dapat melakukan pemesanan di Marketing Gallery Cisauk Point.

Sold Out, Apartemen Cisauk Point Tinggal Sisakan Stok Beberapa Unit

Sold Out, Apartemen Cisauk Point Tinggal Sisakan Stok Beberapa Unit

Proyek properti high rise Cisauk Point yang mengintegrasikan hunian dan stasiun kereta api Cisauk yang dikelola PT Adhi Karya dan PT Kereta Api (Persero) di Cisauk, Tangerang, dibanjiri peminat. Sejak pemasaran unitnya resmi dibuka beberapa waktu lalu, kini tinggal menyisakan stok beberapa unit saja dari fase pertam tower yang dibangun.

Amrozi Hamidi, Direktur  Utama dari PT Adhi Commuter Properti mengatakan, Sabtu (20/7/2019) lalu pihaknya telah melakukan acara pemilihan unit di di The Grantage Hotel BSD dan langsung hanya tersisa beberapa unit saja di hari 

itu.

“Sehingga apabila ingin mendapatkan banyak pilihan unit, maka masyarakat harus menunggu kembali pembukaan Tower 2 di bulan depan. Namun sebelum dibuka, tetap dapat melakukan pemesanan di Marketing Gallery Cisauk Point,” ungkap Amrozi.

Cisauk Point berdiri di atas lahan seluas 16.500 m2 dan terdiri atas hunian apartemen dan komersial area.

Untuk hunian apartemen, ada 6 tower terbagi dari 4 tower Anami dan 2 tower Rusunami. Total jumlah unit di seluruh tower tersebut mencapai hampir 3000 unit.

Proyek ini dimulai pembangunan pada Agustus 2019 ini.

“Cisauk Point merupakan kawasan yang terjamin nilai investasinya. Terletak selangkah dari BSD  City di Barat Jakarta. BSD City dengan kelangkapan fasilitas dan kemudahan akses, menjadikan  daerah ini menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek,” ujar Amrozi Hamidi.

Teguh Waskita, Project Director dari Cisauk Point menambahkan, kawasan ini juga telah terintegrasi langsung dengan Stasiun KRL Cisauk dan pasar intermoda BSD. “Kemudahan akses menuju sarana dan prasarana transportasi umum memang menjadi keunggulan dari Cisauk Point,” ungkap Teguh Waskita.

Teguh menjelaskan, hal tersebut juga selaras dengan tagline yang dibawa yaitu A Step to Balance. Tagline ini bagian dari 

konsep work life balance Cisauk Point.

Konsep tersebut memiliki makna bagaimana Cisauk Point menawarkan hunian masa depan yang menyeimbangkan hidup penghuninya. 8 jam bekerja, 8 jam beristirahat, dan 8 jam berekreasi dapat terpenuhi di Cisauk Point.

“Cisauk Point memberikan jawaban bagi mereka yang menginginkan hunian terjangkau namun 

berkualitas, di kawasan eksklusif dengan kemudahan sistem transportasi dari dan menuju kawasan untuk mencapai keseimbangan hidup,” beber Teguh Waskita

Berbagai fasilitas bertaraf internasional seperti Aeon Mall, Indonesia Convention Centre (ICE), Eka Hospital, Universitas Atmajaya, dan Digital Hub serta Stasiun Cisauk yang berjarak 0 kilometer dari lokasi.

Adhi dan KAI Memulai Konstruksi Tahap II Cisauk

Adhi dan KAI Memulai Konstruksi Tahap II Cisauk

Jutaan pengguna commuter line atau KRL yang semakin meningkat merupakan peluang emas bagi para pengembang properti untuk mengembangkan hunian yang terintegrasi multimoda transportasi. Menurut data Kereta Commuter Indonesia (KCI), hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL mencapai lebih dari 1 juta orang per hari. Potensi bisnis inilah yang mendasari PT Adhi Commuter Properti (ACP) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berkolaborasi membangun Cisauk Point. Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/9/2019), keduanya mengawali pembangunan Cisauk Point menara kedua Emerald dengan seremoni peletakan batu pertama atau ground breaking  pada Jumat (27/9/2019). Direktur Utama ACP Indra Syahruzza menyampaikan pengembangan Cisauk Point merupakan bagian dari upaya merealisasikan konsep transit oriented development (TOD). 

“Peletakan batu pertama menara kedua ini menjadi penanda keseriusan kami untuk mengembangkan hunian terjangkau namun berkualitas, di kawasan yang terkoneksi dengan sistem transportasi,” tutur Indra. Lokasi Cisauk Point, lanjut Indra, berada di stasiun Commuter Line Cisauk, dan terhubung dengan Pasar Intermoda BSD City, serta segala kelengkapan fasilitasnya. Kondisi faktual inilah yang menjadikan Cisauk Point punya potensi pertumbuhan investasi, dan bisa menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek. Terbukti dari hasil penjualan menara pertama Sapphire yang diklaim Indra telah terjual 80 persen, dan hanya menyisakan sisa beberapa unit. Harga perdana yang ditawarkan sekitar Rp 13,5 juta per meter persegi. “Menara kedua Emerlad kemudian diluncurkan, karena permintaan pasar masih cukup tinggi,” imbuh Indra.

Sementara itu, Corporate Deputy Director of Assets Development KAI Suharjono, mengharapkan kehadiran Cisauk Point dapat memenuhi permintaan masyarakat akan tempat tinggal layak huni dan terjangkau. “Semoga bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat konsumen kami,” tuntas Suharjono. Dibangun di atas lahan seluas 1,65 hektar, Cisauk Point terdiri dari apartemen dan area komersial. Untuk apartemen, akan dibangun 6 menara dengan total 3.000 unit. ACP dan KAI membagi pembangunan Cisauk Point dalam empat tahap. Tahap pertama diserahterimakan pada 2021, tahap kedua tahun 2023, tahap ketiga dan keempat tahun 2024. Ada pun nilai investasi untuk membangun Cisauk Point sekitar Rp 1 triliun.

Setelah LRT City, Adhi Commuter Bangun Cisauk Point

Setelah LRT City, Adhi Commuter Bangun Cisauk Point

Keberadaan kaum komuter menjadi peluang emas para pengembang properti untuk terus mengembangkan hunian yang terkoneksi dengan multimoda transportasi. Salah satunya ditunjukkan oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang mengembangkan Cisauk Point. Untuk menggarap proyek hunian tersebut ACP menggandeng PT Kereta Api (Persero) dan bekerjasama mengembangkan lahan seluas 1,65 hektar di sisi Stasiun Cisauk dan terminal bis Cisauk. Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, Amrozi Hamidi, menjelaskan bahwa proyek hunian tersebut dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Hal itu untuk mewujudkan kawasan Cisauk Point terintegrasi dengan sistem transportasi massal yang bersifat multimoda, yaitu KRL dan bus. ACP sendiri memang bukan pemain baru dalam mengembangkan hunian berkonsep TOD. Anak usaha PT Adhi Karya (persero) TbK ini sudah dan sedang mengembangkan proyek TOD di beberapa titik stasiun LRT. Proyek tersebut diberi label LRT City. “Khusus Cisauk ini adalah langkah lanjutan setelah sebelumnya kami kembangkan LRT City di sisi stasiun LRT Jabodebek. Bagi kami, para komuter itu potensi pasar yang besar, tak boleh disepelekan dan kami mengembangkan hunian yang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Amrozi, Senin (10/12/2018).

Menurut Amrozi, selain memiliki multi akses transportasi massal, yaitu KRL dan bis, kawasan yang dikembangkan ini juga berdekatan dengan Pasar Modern Intermoda Cisauk sehingga membuka kemudahan akses bagi penghuni kawasan hunian untuk mencari kebutuhan hidup mereka. “Terkait kerjasama dengan PT KAI, ini merupakan langkah sinergi BUMN, terutama untuk mendukung program sejuta rumah. Dalam kerjasama ini, kami menginvestasikan Rp 831 miliar,” ucap Amrozi. Ke depannya kawasan Cisauk Point ini akan dikembangkan menjadi 6 tower apartemen dengan total unit 2.641 hunian. Amrozi memastikan sebanyak 30 persen dari jumlah tersebut akan dedikasikan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. “Untuk itu kami sediakan hunian bersubsidi sebanyak dua tower, yaitu Jasper dan Agate. Tingginya 19 lantai dan ada 640 unit, sedangkan 4 tower lain, yaitu Sapphire, Emerald, Ruby dan Diamond itu setinggi 26 lantai dan mencapai 2001 unit ini. Yang empat ini akan dikembangkan untuk hunian nonsubsidi,” kata Amrozi. Teguh Waskitha, Direktur Proyek Cisauk Point, menambahkan bahwa pada hari ini ACP resmi melakukan peletakkan batu pertama untuk tower Sapphire. Rencananya, kawasan hunian ini hanya menyediakan dua tipe hunian, yaitu studio (24,4 meter persegi) dan satu kamar tidur (35 meter persegi). Untuk harga perdana, tipe studio ditawarkan Rp 285 juta, sedangkan tipe 1 kamar tidur senilai Rp 393 juta.

Sesuai perencanaan, penutupan atap menara apartemen akan dilakukan pada 2020. “Selanjutnya untuk tower-tower lain akan kami kembangkan bertahap. Secara keseluruhan, pembangunan kawasan Cisauk Point ini akan selesai pada 2024,” papar Teguh. Teguh optimistis proyek ini bisa menjadi alternatif solusi kebutuhan hunian bagi kaum komuter, khususnya dari sisi Barat Jakarta. Kebanyakan kaum komuter saat ini bertempat tinggal dengan jarak tertentu dari titik jalur transportasi sehingga jelas membutuhkan moda transportasi lain menuju stasiun KRL maupun terminal bus. Data Kereta Komuter Indonesia menyebutkan, hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai lebih dari 1 juta pengguna pada hari kerja. Belum lagi ditambah dengan ribuan bahkan ratusan ribu warga yang menggunakan moda transportasi bus dan sejenisnya. Pengamat perkotaan dan transportasi Yayat Supriyatna mengatakan, hunian yang memiliki akses multimoda transportasi ini akan menjadi solusi hunian masyarakat. Idealnya, dengan sebuah kawasan yang seperti ini akan mampu memangkas biaya transportasi kaum komuter. “Jadi, ada interkoneksi antarmodanya, kemudian dari sisi efisiensi biaya tercapai, waktu juga tercapai. Ibaratnya bisa menurunkan biaya transportasi mereka. Kalau misalnya dari 30 persen bisa menjadi dibawah 10 persen, itu luar biasa penurunannya. Contohnya kalau gajinya Rp 8 juta, minimal biaya transportasi bulanannya di bawah 800 ribu,” ujarnya.