Cisauk Point Menara Emerald Mulai Dibangun

Cisauk Point Menara Emerald Mulai Dibangun

Tingginya minat konsumen untuk memiliki apartemen yang terkoneksi dengan moda transportasi masal seperti kereta api, membuat PT Adhi Commuter Properti bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai melakukan pembangunan alias groundbreaking Cisauk Point menara kedua Emerald. Groundbreaking ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza Nasution, Komisaris Independen PT Adhi Karya (Perseo) Tbk Hironimus Hilapok, serta Corporate Deputy Director of Assets Development PT Kereta Api Indonesia (Persero) Suharjono.

Groundbreaking bertempat di Marketing Gallery ‘Cisauk Point’, Cisauk, Tangerang. Indra Syahruzza mengatakan, langkah PT Adhi Commuter Properti untuk mengembangkan proyek ‘Cisauk Point’ merupakan bagian untuk menjaga kredibilitas perusahaan sebagai pengembang yang terpercaya dengan tetap mengutamakan kualitas di semua aspek pengerjaan. “Groundbreaking menara dua ini menjadi penanda keseriusan kami untuk mengembangkan hunian terjangkau namun berkualitas, di kawasan eksklusif dengan kemudahan sistem transportasi dari dan menuju Kawasan.

Proyek ini sendiri rencananya akan rampung di tahun 2025, dengan progress tower I (SAPPHIRE) sudah 100% pondasi.” Kata Indra, dalam siaran pers, Senin (14/10). Seperti diketahui, keberadaan pengguna commuter line atau KRL yang semakin meningkat saat ini masih menjadi peluang emas bagi para pengembang properti dalam terus mengembangkan hunian yang terkoneksi dengan multimoda transportasi. Bahkan, menurut data Kereta Commuter Indonesia, hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai lebih dari 1 juta pengguna pada hari kerja. Luncurkan Menara Kedua Indra Syahruzza menambahkan, Cisauk Point didukung oleh kemudahan akses transportasi menuju pusat kota Jakarta karena lokasinya yang berada di stasiun commuter line Cisauk, juga selangkah dari BSD City yang memiliki segala kelengkapan fasilitas.

Hal tersebut menjadikan kawasan ini terjamin nilai investasinya dan bisa menjadi pilihan pertama pencari hunian di Jabodetabek. “Hal tersebut terlihat dari antusias customer, sampai dengan saat ini penjualan tower I (Sapphire) sudah mencapai 80% dan hanya menyisakan beberapa stock unit saja. Karena itu untuk menjawab animo konsumen yang tinggi kami akan mempercepat pembangunan dan segera membuka penjualan untuk menara II (Emerald),” jelas Indra. Pada kesempatan yang sama, Suharjono mengatakan, pihaknya optimis kerja sama dengan PT Adhi Commuter Properti ini.

Kawasan Cisauk Point ini telah terintegrasi langsung dengan stasiun KRL Cisauk dan pasar intermoda BSD, sehingga akan kembali mendapat sambutan positif. Hal ini dilihat dari kemudahan akses menuju sarana dan prasarana transportasi umum yang memang menjadi keunggulan dari Cisauk Point. “Kehadiran ‘Cisauk Point’ ini kami harapkan dapat memenuhi permintaan masyarakat akan hunian berkualitas namun terjangkau yang memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup penghuninya,” katanya. Sebagai informasi lebih lanjut, ‘Cisauk Point’ merupakan produk kolaborasi antara PT Adhi Commuter Properti yang merupakan afiliasi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dibangun di tanah seluas 16.500 meter persegi, Cisauk Point terbagi atas hunian apartemen dan komersial area.

Untuk hunian apartemen, ada 6 menara dengan total jumlah unitnya mencapai hampir 3.000 unit. Cisauk Point didukung dengan lokasi yang sangat strategis dengan berbagai fasilitas bertaraf International seperti AEON Mall, Indonesia Convention Center (ICE), Eka Hospital, Universitas Atmajaya hingga Digital Hub terletak di BSD City yang mudah dijangkau. Lokasi premium dan kemudahan moda transportasi dengan 0 KM dari stasiun, menjadikan Cisauk Point sebagai pilihan investasi properti yang cerdas bagi masyarakat modern Ibu kota. Konsep Work Life Balance yang ditawarkan Cisauk Point merupakan hunian masa depan yang menyeimbangkan hidup penghuninya, 8 jam bekerja, 8 jam beristirahat dan 8 jam berekreasi dapat terpenuhi di Cisauk Point. Sebagai nadi konsep Transit Oriented Development (TOD) dalam menciptakan ruang kota yang lebih hidup, pembangunan yang dijalankan berorientasi pada pejalan kaki, pesepeda dan pengguna transportasi publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *